Tahap - Tahap Berlatih Biola 2

Salam BK...

Setelah mengetahui apa yang perlu dilatih ketika baru saja membeli sebuah violin baru selanjutnya saya akan membagikan TIPS yang kedua. Tips ini berhubungan dengan teknik sederhana dalam menggesek bow. Letakkan ibu jari pada pad biola kemudian tiga jari (jari telunjuk, tengah, manis) pada frog, sedangkan jari kelingking menahan busur. Pada tahap ini kalian dituntut untuk bisa memegang bow dan menggeseknya dengan benar.


Berikut ini adalah urutan berlatih biola.

1. Bisa menggesek open string dengan nada-nada panjang dengan suara rata, dalam arah up & down bow dan tegak lurus terhadap senar.
Maksud open string disini adalah memainkan nada tanpa menekan senar.

2. Bisa menggesek open string dengan nada-nada pendek, baik up & down maupun up, up, down, down.

3. Bisa menggesek berpindah senar open string tanpa bow menjadi bergeser dari tempat yang seharusnya.

4. Bisa memainkan tangga nada G secara berurutan maupun tidak berurutan, tanpa fals pada posisi satu.

5. Bisa memainkan not 4 ketuk, 3 ketuk, 2 ketuk, 1 ketuk dan setengah ketuk dengan kecepatan ketukan yang stabil. (Gunakan metronome untuk membantu dalam melatih ketukan)

6. Bisa memainkan lagu sederhana dengan kecepatan lambat dalam nada dasar G

Demikian tahap-tahap bermain biola yang kedua. Bila kalian merasa bingung, bergabunglah pada forum diskusi biola seperti Biola Indonesia (FB).

Cara Memasang atau Mengganti Senar pada Biola

Salam Violin...

Gimana sih rasanya punya biola sendiri? So pasti seneng lah ya kan? Hal ini sama seperti yang saya rasakan saat ini. Setelah lama belajar kurang lebih satu tahun pakai biola milik sahabat Biola Indonesia yang udah saya anggap seperti saudara saya sendiri karena kebaikaannya. Dan setalah lama menabung juga akhirnya saya dapat memiliki sebuah biola dari jerih payah sendiri selama bertahun-tahun menabung demi sebuah biola yang bagus. Dan akhirnya saya bisa memilikinya sekarang.

Karena biola baru dan pingin mendapatkan hasil suara yang maksimal juga akhirnyapun saya membelikan satu set senar merk Paramount lupa seri berapa dengan harga Rp70.000-,. Alasan saya membeli senar ini ada beberapa hal yang membuat saya tergerak untuk membelinya salah satu diantaranya yaitu harga yang terjangkau (karena budged sedang low untuk keadaan sekarang, hehehe) dan penasaran dengan hasil suara yang dihasilkan.

Akan tetapi semua itu jauh dari harapan yang ada dipikiran saya. Suara yang dihasilkan jauh dari yang saya harapkan. Karakter dari senar ini pas digunakan untuk biolaku seperti orang yang sedang kena flu (sengau) dan tidak cocok di telingaku. Mungkin inilah yang dinamakan "Ada Harga Ada Barang". Tetapi bukan berarti senar ini jelek untuk biola yang lainnya karena karekter biola berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Terus apa merk senar yang bagus dan terjangkau?

Namun, pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas tentang merk senar yang bagus untuk biola karena saya sendiri belum mencobanya satu persatu. Pada artikel kali ini saya ingin membagikan sedikit ilmu tentang cara mmasang atau mengganti senar pada  biola.

Mengganti senar pada biola memanglah sangat mudah. Namun hal ini akan terasa sulit untuk orang yang masih awam sekali terhadap biola.

Sebelum masuk kelangkah-langkah kita persiapkan terlebih dahulu senar dan biola yang mau diganti senarnya.

Adapun langkah-langkahnya sbg :

1. Kenduran senar dengan cara memutar peg dengan arah berlawanan jarum jam (ke kiri).

Cara mengendurkan senar
2. Apabila senar sudah kendur selanjutnya lepas senar satu persatu

Contoh senar yang sudah kendur

3.  Ambil senar dan buka dari plastik pembungkusnya.

Senar biola

4. Pasanglah kepala senar di fine tuner atau lubang senar yang ada pada tail piece. Pastikan kepala senar masuk kedalam celah.

Cara memasang senar pada tail piece
5. Lalu masukan ekor senar pada lubang peg. Selanjtnya putar peg searah jarum jam (ke kanan)

Memasukan senar pada lubang peg

6. Kemudian dilanjutkan dengan senar yang lain.

Senar yang sudah terpasang pada tail piece

7. Apabila senar sudah terpasang dengan benar maka langkah selanjutnya adalah memasang bridge.

8. Pemasangan senar telah selesai. Selanjutnya stem senar pada nada-nada yang telah ditentukan. Baca Cara Stem Nada pada Biola

Itulah langkah-langkah cara mengganti senar biola dengan mudah. Semoga bermanfaat dan bisa membantu sobat-sobat sekalian.

Jangan lupa share apabila dikiranya bermanfaat.

Terimakasih...

Tahap - Tahap Berlatih Biola 1

Salam sobat BK...
Sekarang ini banyak sekali pemain biola handal di Indonesia salah satunya seperti Iskandar Wijaya, baca juga Pemain biola terbaik Indonesia. Banyak dari mereka yang mempelajari biola dari nol atau sejak berusia muda, dengan usaha keras dan terus berlatih seseorang bisa menjadi handal dalam bermain biola. Pengalaman awal saya dalam mempelajari biola bisa dibilang sulit, namun saya selalu diberi dukungan oleh sahabat Biola Indonesia, dan saya menjadi bisa bermain biola sedikit demi sedikit.



Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang Cara Membersikan Bow. Bow yang bersih akan membawa citra yang positif bagi seorang pemainnya. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit ilmu tentang tahap-tahap dalam berlatih biola. 

Tahap awal ini sangat dianjurkan untuk pemula yang baru saja membeli sebuah biola. Sudah tau cara memilih sebuah biola? Bila belum lihat di sini. Banyak terjadi kebingungan setelah membeli biola baru tentang apa yang harus dipelajari atau dilatih untuk para pemula.

Berikut adalah tahap-tahap yang bisa kamu gunakan dalam berlatih biola.

Tahap-tahap :

1. Bisa mengeluarkan biola dari dari case/tempatnya tanpa merusak biola maupun case/tempat.
2. Bisa mengencangkan bow dengan benar tanpa mematahkan bow ataupun memutuskan hair bow.
3. Bisa menggosokan rosin pada hair bow secara merata.
4. Bisa memegang (menjepit) biola pada posisi yang semestinya.
5. Bisa memegang bow dengan benar.
6. Bisa menstem nada dengan tepat. Cara menstem nada Klik Disini

Itulah tahap-tahap yang bisa dilakukan ketika baru saja membeli biola baru dan belum tau apa yang harus dilakukan atau dipelajari. Tips dari saya adalah belajarlah dengan panduan orang lain yang sudah mahir, bergabunglah pada Grup yang membahas seputar biola dan aktif bertanya.

Bagaimana? Apakah kamu berada pada level ini? Atau lebih dari ini? Sebarkan info ini bila Anda merasa artikel ini bermanfaat.

Baca :
Tahap - Tahap Berlatih Biola 2 Klik di sini
Tahap - Tahap Berlatih Biola 3 Klik di sini
Tahap - Tahap Berlatih Biola 4 Klik di sini

Cara Membersihkan Bow dengan Benar

Kurang lengkap rasanya kalau bermain biola tanpa ditemani dengan bow. Bow merupakan komponen penting dalam permainan biola. Namun banyak orang yang merasa minder ketika bermain biola dengan bow yang begitu kotor akibat dari sisa rosin yang menempel pada biola. Apalagi kalau sedang perfom dihadapan banyak orang.

Dengan demikian mereka dengan giat mencari solusi demi menghilangkan kotoran yang ada pada bow biola. Kali ini saya akan berbagi tips tentang bagaimana cara membersihkan bow biola dengan baik dan benar tanpa merusak hair bow pada biola.

Kali ini saya akan memberikan sedikit tips untuk membersihkan bow yang kotor.

Bahan :

1. Air bersih
2. Spirtus/alkohol/methanol
3. Shampo/sabun

Alat :

1. Lap/kain bersih

Berikut langkah-langkahnya...

1. Lepas Frog dari Stick bow dengan cara memutar Screw.


2. Apabila bekas terlalu pekat yang ditandai dengan warna hair bow (coklat atau kehitaman) ambilah kain/lap yang bersih kemudian berilah Spirtus/alkohol/methanol.

3. Usapkan pada hair bow dengan lembut. Usahakan jangan sampai mengenai stick bow karena stick bow yang finishingnya dilapisi dengan pelitur/vernis bisa rusak akibat dari penggunaan spirtus.

4. Setelah selesai kemudian bilas hair bow dengan air bersih. Berikan shampo maupun sabun untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang ada pada bow.

5. Bilas kembali bow sampai bersih.

6. Kemudian keringkan bow dengan cara diangin-anginkan.

Note :

1. Untuk hair bow yang tidak terlalu kotor cukup dengan cara memncucinya dengan shampo/sabun.

2. Usahakan jangan menjemur dibawah terik matahari secara langsung karena dapat merusak vernis/politur.

Cukup sekian pembahasan tentang cara membersihkan bow yang kotor. Apabila ada permintaan tips seputar biola bisa hub lewat Facebook saya atau klik Tri Suryo Anggoro

Terimakasih atas kunjungan dan perhatiannya apabila ada kesalahan mohon dimaafkan.

*_ SELAMAT MENCOBA _*



Cara Menstem Nada pada Biola

Menstem Biola

Hi Teman, apa kabar hari ini? Apakah baik-baik saja atau malah sebaliknya? Semoga saja baik-baik saja. Pada artikel sebelumnya saya sudah mebahas tentang Cara Mengatasi Masalah pada Tuning Peg pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu bagai mana cara menstem nada pada biola.

Sebenarnya menstem nada pada biola sangatlah mudah dan banyak cara yang bisa dilakukan. Dalam menstem nada diperlukan kepekaan telinga kita terhadap nada-nada yang dihasilkan oleh senar biola. Namun hal ini terlihat mustahil bagi pemula yang baru berkecimpung dengan dunia musik akan tetapi tidak perlu khawatir bagi pemula ketika akan menstem nada karena dizaman yang modern ini Anda bisa memanfaatkan aplikasi pada ponsel pintar Anda.

Perlu Anda ketahui ada beberapa hal yang terjadi saat pensteman dilakukan yaitu salah satunya senar biola akan putus karena terlalu tegang senar tersebut maupun lepasnya bridge karena posisi yang kurang tepat saat menstem biola.

Sumber : Google.com

Berikut cara menstem biola dengan benar :

1. Langkah yang pertama adalah cek kedudukan bridge apakah sudah benar? Bridge yang benar akan memiliki posisi yang tegak lurus. Tidak terlalu miring kekanan maupun kekiri. Dengan demikian akan mengurangi resiko terlepasnya bridge saat menstem biola.

2. Langkah selanjutnya adalah memastikan senar yang ada pada tuning peg apakah senar tersebut menyilang/bertumpukan? Jika iya benarkan terlebuh dahulu. Hal ini berupaya untuk mengurangi resiko senar putus.

3. Apabila kedua hal tersebut sudah benar lakukanlah tahap pensteman dengan cara memutar tuning peg searah jarum jam. Lakukan dengan sedikit demi sedikit.

Apabila peg mengalami  masalah bisa klik Cara Mengatasi Masalah pada Tuning Peg

4. Lakukanlah pensteman pada senar 1 dan 4 terlebih dahulu.

5. Kemudian sesuaikan senar-senar tersebut dengan nada-nada yang telah ditentukan.

6. Apabila senar 1 dan 4 telah mencapai nadanya masing-masing, lakukan hal yang sama pada senar 2 dan 3.

7. Sesuaikan kembali dengan nada yang telah ditentukan.

8. Bagi yang kesulitan dalam mencari nada yang tepat bisa ditentukan dengan nada yang mendekati kemudian pensteman dilakukan dengan menggunakan fine tuning.

9. Pastikan nada-nada tepat pada posisinya masing-masing. Sebagaimana senar 1 = E5, senar 2 = A4 senar 3 = D4, senar 4 = G3.

10. Pensteman telah selesai dan biola siap digunakan.

Begitulah cara menstem nada pada biola. Sangat mudah bukan? Bagi kalian yang belum bisa menentukan dengan tepat nada-nada diatas bisa dibantu dengan Tunner.

Saya biasanya menggunakan Da Tuner untuk membantu dalam menstem biola saya sendiri maupun orang lain.

Untuk mendapatkan apk tersebut bisa klik Da Tuner apk


*_ SELAMAT MENCOBA _*


Cara Mengatasi Tuning Peg yang Terlalu Licin dan Keset

Cara Mengatasi Tuning Peg yang Terlalu Licin dan Keset


Menggeluti dunia musik itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Salah satunya dunia musik cabang String. Kali ini saya akan membahas suatu masalah yang sering terjadi pada alat musik string yang dimainkan dengan cara digesek. Dimana banyak orang awam yang bertanya-tanya bagaimana sih cara mengatasi Tuning Peg pada biola yang terlalu licin maupun terlalu keset.

Sumber google.com
Tuning Peg yang terlalu licin memang sangat mengganggu ketika sedang bermain biola, selain mengganggu kita juga harus sering-sering menstem ulang nada-nada yang berubah akibat dari peg yang terlalu licin ketika akan memainkannya.

            2. Tehnik dan Cara Bermain Biola

Bukan hanya peg yang terlalu licin tetapi banyak juga yang mengeluh karena pergnya terlalu keset sehingga mengalami kesusahan ketika menstem biola maupun ketika memasang senar biola.

Namun tidak perlu khawatir untuk kalian-kalian yang mengalami masalah-masalah diatas. Banyak sekali cara untuk mengatasi masalah tersebut. Namun disini saya tidak akan menyebutkan semuanya melainkan tips-tips yang bisa kita lakukan untuk menangani masalah tersebut dengan alat atau bahan yang ada disekitar kita.

  • Untuk peg yang terlalu licin.
Bagi kalian yang mengalami masalah tersebut kalian bisa menanganinya dengan beberapa cara yaitu diantaranya :

Yang pertama dengan KAPUR. Kapur biasanya digunakan untuk tulis-menulis disekolah. Selain berguna untuk tulis-menulis kapur juga bisa dimanfaatkan untuk membuat peg pada biola kita supaya tidak terlalu licin.

Cara menggunakan :
1. Lepas peg dengan cara memutarnya kearah kiri.
2. Bersihkan ujung peg dengan kain lap.
3. Ambil sedikit kapur lalu oleskan pada lubang peg maupun ujung peg secukupnya. Jangan terlalu banyak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Pasang kembali peg seperti semula.

Cara yang kedu yaitu dengan ROSIN. Rosin pada biola biasanya digunakan untuk bow yang bertujuan agar bow tidak licin dan bisa mencekram senar biola. Namun jika Anda tau, selain untuk bow rosin juga bisa digunakan untuk membantu dalam menangani peg yang licin.

Cara menggunakan :
1. Lepas peg dengan cara memutarnya kearah kiri.
2. Bersihkan ujung peg dengan kain lap.
3. Ambil sedikit pecahan rosin atau serbuk rosin lalu oleskan pada lubang peg maupun ujung peg secukupnya. Jangan terlalu banyak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Pasang kembali peg seperti semula.

  • Untuk peg yang terlalu keset
Bagi kalian yang mengalami masalah tersebut kalian bisa menanganinya dengan beberapa cara salah satunya dengan pensil. Lagi-lagi alat tulis menulis yang biasa kita gunakan sehari-hari bisa kita gunakan sebagai penolong kita selagi peg kita mengalami masalah. Lalu bagaimanakah caranya?

Caranya tetap sama dengan cara menangani kasus diatas, yaitu :
1. Lepas peg dengan cara memutarnya kearah kiri.
2. Bersihkan ujung peg dengan kain lap.
3. Ambil pensil sudah diserut sebelumnya dengan peruncing pensil lalu arsirkan pada lubang peg maupun ujung peg secukupnya. Jangan terlalu banyak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Pasang kembali peg seperti semula.

Dan untuk yang terakhir menggunakan alat seperti pada gambar dibawah ini :


1. Yang untuk membesarkan lubang peg namanya "violin peg reamer" (Seperti Bor)
2. Yang seperti penyerut pensil tapi buat peg itu namanya "violin peg shaver"

Reamer sebenernya dipake luthier utk peg box biola yang baru jadi yang bentuknya masih silinder terus dibuat agak kerucut, sehingga untuk biola yang peg box nya sudah kerucut alat ini jarang digunakan. Shaver juga digunakan untuk membentuk peg yg masih lurus (silindris) menjadi kerucut, & biasanya peg yang masih baru.
Ke-2 alat ini harganya cukup mahal, bisa jadi seharga biola china. Pengganti ke-2 alat ini yg cukup murah yaitu sandpaper / amplas

Mungkin cukup sampai sini tips yang bisa saya berikan. Semoga bisa membantu masalah yang dialami kalian saat ini. Apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon untuk dimaafkan.

*_ SELAMAT MENCOBA _*

Mengintip Kehidupan David Garett - Si Raja Biola

David Garrett (lahir David Christian Bongartz ; 4 September 1980) adalah pemain biola pop dan crossover Jerman dan artis rekaman.

Garrett lahir di Aachen , Jerman, seorang prima balerina Amerika, Dove Garrett, dan seorang ahli hukum Jerman, Georg Bongartz. Dia mengadopsi nama gadis ibunya sebagai nama panggungnya, karena "itu lebih bisa diucapkan".

Garrett tampil di Ludwigshafen pada bulan Maret 2009
Ketika Garrett berusia empat tahun, ayahnya membeli biola untuk kakaknya. Garrett muda menaruh minat dan segera belajar bermain. Setahun kemudian, ia mengambil bagian dalam sebuah kompetisi dan memenangkan hadiah pertama. Pada usia tujuh tahun, ia belajar biola di Konservatorium Lübeck . Ketika berusia sembilan tahun ia memberikan debutnya di Festival Kissinger Sommer , dan pada usia 12 tahun, Garrett mulai bekerja dengan pemain biola Polandia Ida Haendel yang terkenal , sering bepergian ke London dan Eropa lainnya. Kota untuk menemuinya  Setelah meninggalkan rumah pada usia 17, ia mendaftarkan diri di Royal College of Music di London,  pergi setelah semester pertama. Saat ditanya dalam sebuah wawancara di tahun 2008 jika dia diusir, Garrett menjawab: "Yah, dikeluarkan bukanlah istilah resmi ... Disepakati bersama bahwa saya dan RCM akan berpisah setelah semester pertama. Saya melewatkan beberapa pelajaran - tapi saya juga masuk untuk melakukan latihan ekstra, jadi itu tidak membantu! " Pada tahun 1999 ia pindah ke New York untuk menghadiri Juilliard School , pada tahun 2003 memenangkan Kompetisi Komposisi Sekolah dengan fugue yang disusun dalam gaya Johann Sebastian Bach . Sementara di Juilliard ia belajar di bawah Itzhak Perlman , salah satu orang pertama yang melakukannya, dan lulus pada tahun 2004.

Garrett menghadiri Kelas Master Kesith Eilon di Israel pada musim panas tahun 1997, 1998, 1999 dan 2002.

Garrett menerima biola Stradivarius pertamanya pada usia 11 tahun, atas keputusan dari presiden Jerman Richard von Weizsäcker , setelah tampil untuknya. Pada usia 13, Garrett merekam dua CD, muncul di televisi Jerman dan Belanda, dan memberikan sebuah konser di kediaman Presiden Jerman , Villa Hammerschmidt , atas undangan pribadi Dr. von Weizsäcker. Dia ditawari penggunaan Stradivarius "San Lorenzo" yang terkenal, Yang merupakan instrumen terbaik periode " emas " Antonio Stradivari.

Pada usia 13, sebagai solois termuda yang pernah, Garrett menandatangani kontrak eksklusif dengan Deutsche Grammophon . Pada bulan April 1997, usia 16, dia bermain dengan Munich Philharmonic Orchestra di bawah arahan Zubin Mehta di Delhi dan Mumbai dalam konser yang menandai ulang tahun ke-50 Kemerdekaan India .

Dua tahun kemudian, Garrett bermain dengan Radio Symphony Orchestra Berlin di bawah arahan Rafael Frühbeck de Burgos , dan dipuji oleh kritikus. Hal ini menyebabkan sebuah undangan untuk tampil di Expo 2000 di Hanover . Pada usia 21, ia diajak tampil di BBC Proms .

Saat belajar di Juilliard, Garrett menambah penghasilannya dengan bekerja sebagai model.

Garrett tampil di Cologne pada 15 Januari 2010
Album Garrett 2008 Encore mengejar sebuah tujuan untuk membangkitkan minat anak muda terhadap musik klasik. Rilis ini berisi komposisi dan pengaturan potongan dan melodi yang telah menyertainya sepanjang hidupnya. Bersama dengan bandnya, yang terdiri dari keyboard, gitar dan drum, dia memberikan konser yang mencakup sonata klasik (diiringi oleh konser grand piano), pengaturan, dan komposisi, serta lagu-lagu rock dan tema film. Pada musim gugur 2007, Garrett dipilih oleh perusahaan Montegrappa (yang barangnya didistribusikan oleh Montblanc di seluruh dunia) sebagai duta untuk peluncuran pena baru dari koleksi Tributo ad Antonio Stradivari. Acara berlangsung di beberapa tempat, termasuk di Roma, New York, Hong Kong, Berlin, dan London. Untuk kesempatan ini Garrett ditawari Stradivarius dari koleksi Gli Archi di Palazzo Comunale . Dia juga tampil di Royal Variety Performance pada tanggal 5 Desember 2011, bermain sampul Nirvana's " Smells Like Teen Spirit ".

Ia bergabung dengan panel juri Independen Music Awards ke-9 untuk membantu karir para musisi independen. Albumnya, Music , dirilis pada tahun 2012. Pada tanggal 19 Mei 2012 dia tampil di Final Liga Champions UEFA dengan penyanyi Jerman Jonas Kaufmann . Untuk 2014 ia mengumumkan Tur Crossover baru.

Dia memainkan peran utama dalam film 2013 The Devil's Violinist , seperti yang ditulis ahli biola abad ke-19 Niccolò Paganini . Pada tahun yang sama ia merilis albumnya Garrett vs Paganini. Album terbarunya disebut Explosive (2015) dan mencakup banyak komposisi asli seperti Innovation, Furious, Explosive, Unlimited Symphony, Serenity, Baroque fantasy, Melancholia dll.

FAKTA “SEPUTAR PENEMU TANGGA NADA SOLMISASI”

FAKTA “SEPUTAR PENEMU TANGGA NADA SOLMISASI”



Sahabat Biola Kita, kita pasti tahu dengan nada Do Re Mi Fa Sol La Si Do atau yang biasa disebut sebagai tangga nada. Nah, ternyata sejarah tentang penemuan tangga nada tersebut cukup menarik. Ada beebrapa versi yang dipercaya sebagai data paling akurat mengenai penemu tangga nada solmisasi tersebut. Bentuk fisik notasi musik yang paling tua dapat ditemukan dalam papan runcing yang dibuat di Nippur, Irak pada sekitar 2000 SM. Papan ini merupakan instruksi fragmentaris untuk melakukan musik, bahwa musik itu terdiri dalam harmoni pertiga dan ditulis menggunakan skala diatonis.

Berita terbaru yang cukup mengejutkan mengatakan bahwa tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.

Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-André Villoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang Islam.

Metode notasi diperkenalkan oleh Guido d’Arezzo, seorang pendeta Italia yang hidup dari tahun 991 hingga1033. Guido inilah yang akhirnya dipertimbangkan sebagai penemu musik. Metode yang ia gunakan merupakan awal dari perkembangan notasi musik yang digunakan hingga saat ini. Ia menggunakan enam not yang kita gunakan pada skala mayor saat ini. Ia mengajarkan penggunaan suku kata solmisasi berdasarkan sebuah himne untuk pembaptis Santo Yohanes, yang dimulai Ut Queant Laxis dan ditulis oleh sejarahwan Lombard, Paul Deacon. Bait pertama adalah :
1. Ut queant laxis
2. resonare fibris,
3. Mira gestorum
4. famuli tuorum,
5. Solve polluti
6. labii reatum,
7. Sancte Iohannes.

Guido pun menggunakan suku kata awl dari setiap baris, Ut, Re, Mi, Fa, Sol dan La, untuk membaca notasi musik dalam bentuk heksakord, mereka bukanlah nama not dan masing-masing bisa tergantung pada konteksnya dan diterapkan pada not apapun. Pada abad ke 17, Ut dirubah di kebanyakan negara kecuali Perancis. Ut dirubah menjadi Do, yang diambil dari nama seorang teoris Itali yakni Giovanni Battista Doni. Si, yang berasal dari S dari Sancte dan I dari Iohannes, dimasukkan ke dalam solmisasi modern.

La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara notasi yang berasal dari Guido’s Hand dengan notasi berabjad Arab. La Borde sampai pada kesimpulan bahwa Guido’s Hand tidak lebih contekan Guido Arezzo dari sistem notasi yang ditemukan oleh sarjana Muslim.
“Secara fisik, tampilan solmisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiru oleh Guido Arezzo,” tulis La Borde. Ia kemudian membuat monograf yang menampilkan perbandingan yang kritis antara model solmisasi temuan ilmuwan Muslim dan solmisasi yang dibuat Guido Arezzo yang kemudian diakui sebagai notasi musik hingga kini.

Notasi Arab
Notasi Arab digunakan sejak abad ke-9, yaitu ketika ahli-ahli musik Muslim seperti Yunus Alkatib (765) dan Al-Khalil (791), peletak dasar sistem persajakan dan leksikografi Arab, yang diikuti oleh Al-Ma’mun (wafat 833) dan Ishaq Al-Mausili (wafat 850), memperkenalkan sistem notasi dalam bermusik dalam bukunya yang terkenal di Barat, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, selain Kitab Al-Mausiqul Kabir-nya Ibn Al-Farabi (872-950).

Temuan Al-Ma’mun dan Al-Mausili diteliti dan dikembangkan oleh Abu Yusuf bin Ishaq Al-Kindi (801-874), Yahya ibn Ali ibn Yahya (wafat 1048), Ahmad Ibn Muhammad As-Sarakhsi (wafat1286), Mansur Ibn Talha bin Tahir, Thabit ibn Qurra (wafat 1288), dan ilmuwan Muslim lainnya. Dominucus Gundissalinus (wafat 1151) dan The Count Souabe Hermanus Reichenau, dua ahli musik Barat, meneliti dan mengembangkan temuan Al-Kindi. Selain itu, teori-teori musik yang diciptakan Ibnu Sina dan Ibnu Rushd juga berpengaruh pada perkembangan musik Eropa sebagaimana teori-teori mereka dalam ilmu kedokteran.

Sebelum Guido Arezzo mengklaim notasi musik dengan Guido’s Hand-nya, teori musik telah berkembang pesat di Spanyol melalui Ziryab (789-857), pemusik andal dan ahli botani yang hijrah dari Baghdad, dan Ibn Firnas (wafat 888) yang memperkenal musik oriental kepada masyarakat Spanyol dan mengajarkannya untuk pertama kali di sekolah-sekolah di Andalusia.
Guido, Murid Constantine Afrika

Soriano, seorang peneliti musik asal Spanyol, mengungkapkan fakta tentang Guido Arezzo. Pemusik yang dianggap sebagai penemu notasi musik itu mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang memuat temuan-temuan di bidang musik oleh ilmuwan Muslim.

Hunke, peneliti lain, menulis bahwa notasi abjad Arab yang membentuk notasi musik ditulis dalam Catalogna pada abad ke-11 dan diterbitkan di Monte Cassino, sebuah daerah di Italia yang pernah dihuni oleh komunitas Muslim dan tempat yang pernah disinggahi Constantie Afrika, ilmuwan Muslim asal Tunisia yang masuk ke Italia melalui Salerno. Salah satu ilmu yang diajarkan oleh Constantine Afrika kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Salerno adalah musik. Semua terjemahan yang dilakukan Constantine Afrika terhadap buku-buku temuan ilmuwan Muslim memang menjadi acuan para pelajar Eropa.

Apalagi, Constantine juga membuka kesempatan kepada mereka untuk belajar ke Spanyol, yang ketika itu sedang diramaikan oleh kuliah musik dengan guru besar para ilmuwan/musikus Muslim seperti Ziryab dan Ibn Farnes. Banyak pelajar lulusan sekolah musik di Spanyol berasal dari Italia, salah satunya adalah Gerbert Aurillac (wafat 1003), yang kemudian dikenal sebagai peletak dasar musik di negara-negara Eropa dan melahirkan banyak pakar musik Barat.

Orang-orang Yunani dan Romawi keduanya tidak memiliki gambar notasi, mereka menggunakan huruf alfabet untuk menyimbolkan not. Dari merekalah maka kita juga menggunakan huruf A hingga G untuk mewakilkan not yang juga umum digunakan di banyak negara. Notasi yang menggunakan huruf ini terkadang disebut dengan Notasi Boethian. Nama Boethian diambil dari Boethius yang merupakan seorang penulis Romawi yang hidup pada abad ke 5. Boethius berada pada zaman Kaisar Theodoric, ia dituduh melakukan makar dan dieksekusi pada tahun 524 SM. Ia merupakan orang pertama yang mendokumentasikan penggunaan huruf sebagai nama notasi.

Versi tentang siapa sesungguhnya penemu notasi solmisasi ini tetap menjadi perbincangan, namun apapun itu kita patut berterimakasih karena siapapun penemunya kini kita bisa menikmati music dan memainkannya dengan jauh lebih mudah hingga tercipta harmonisasi yang merdu dalam musik
lalu siapa penemu notasi balok?

Notasi musik lahir pada tahun 590 yang disebut Notasi Gregorian. Penemuan notasi itu ditemukan oleh Paus Agung Gregori. Padahal di masa itu, musik mengalami kegelapan dan tidak peninggalan tertulis yang bisa dibaca.

Semasa hidupnya, Paus Gregori telah menyalin ratusan lagu-lagu Gereja dalam Notasi Gregorian. Notasi ini menggunakan empat garis sebagai balok not, tetapi belum ada notasi iramanya (hitungan berdasarkan perasaan dari penyanyi yang bersangkutan). Di sini sifat lagu masih sebagai lagu tunggal atau monofoni.

Keistimewaan Viola D'Amore



Viola D'amore adalah salah satu jenis dari biola yang memiliki 6 atau 7 senar. Biola jenis ini merupakan salah satu musik instrumental.Viola D'amore banyak digunakan pada zaman Baroque atau sekitar abad ke-17. Pemain biola jenis ini biasanya adalah musikus handal. Tidak semua orang bisa memainkan jenis biola ini. Selain itu, harganya lebih mahal dari jenis biola lainnya. Henri Casadesus and Paul Hindemith pernah memainkan biola ini pada abad ke-20.

Biola jenis ini menggunakan scordatura. Jarak nada yang dimilikinya adalah A, d, a, d', f♯', a', d". Biola jenis ini sering dijajarkan dengan biola jenis string. Biasanya dalam sebuah konser, biola jenis ini mengambil nada rendah. Secara harafiah, arti kata viola dalam Bahasa Italia adalah biola dan d'amore berarti cinta. Biola ini adalah ciri khas dan zaman baroque yang merupakan zaman di mana para musikus lebih menampilkan sisi romantis. Biola jenis ini pernah dipakai oleh berbagai musikus terkenal. Salah satunya adalah Antonio Vivaldi.

Sumber : Viola D'Amore

4 Pemain Biola Terbaik Asal Indonesia

Violinist adalah salah satu sebutan untuk pemain biola atau violin. Biola adalah alat musik string yang dimainkan dengan cara digesek. Banyak violinist diluaran sana. Mulai dari dunia belahan barat sampai timur, dari belahan utara maupun belahan selatan. Namun, tak perlu jauh-jauh ke penjuru dunia, di negara tercinta kita ini banyak sekali violinist yang berbakat. Mulai dari yang muda sampai tua baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki bakat serta keterampilan yang berbeda-beda dalam bermain biola.

Diantara violinist-violinist tersebut pastinya adalah yang memiliki kemampuan lebih yang jarang dimiliki oleh banyak orang. Siapa sajakah pemain biola terbaik asal Indonesia yang siap atau bahkan sudah Go Internasional? Mari kita bahas satu persatu.

  • Idris Sardi


Idris Sardi (lahir di Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta), 7 Juni 1938 – meninggal di Cimanggis, Depok, 28 April 2014 pada umur 75 tahun) adalah seorang pemain biola berkebangsaan Indonesia. Ia adalah anak dari pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta, Bp. Sardi. Sementara ibunya, Hadidjah merupakan aktris Indonesia di era tahun 1940-1970.

Tahun 1952 Sekolah Musik Indonesia (SMIND) dibuka, dengan persyaratan menerima lulusan SMP atau yang sederajat. Pada tahun 1952, Idris Sardi baru berusia 14 tahun, sehingga ia belum lulus SMP, namun karena permainannya yang luar biasa ia bisa diterima sebagai siswa SMIND tersebut. Bersama temannya yang juga pemain biola, Suyono (almarhum).

Pada orkes siswa SMIND pimpinan Nicolai Varvolomejeff, tahun 1952 Indris yang masih memakai celana pendek dalam seharian duduk sebagai concert master pada usia 14 tahun, duduk bersanding dengan Suyono. Rata-rata siswa SMIND berusia di atas 16 tahun. Guru biola Idris waktu di Yogyakarta (1952-1954) adalah George Setet, sedangkan pada waktu di Jakarta (setelah 1954) adalah Henri Tordasi. Kedua guru orang Hongaria.

Ketika M. Sardi meninggal, 1953, Idris dalam usia 16 tahun harus menggantikan kedudukan sang ayah sebagai violis pertama dari Orkes RRI Studio Jakarta pimpinan Saiful Bahri. Pada tahun 60-an, Idris beralih dari dunia musik biola serius, idolisme Heifetz, ke komersialisasi Helmut Zackarias.

Sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Idris_Sardi


  • Iskandar Widjaja 


Iskandar Widjaja (lahir di Berlin, 6 Juni 1986; umur 30 tahun) adalah seorang pemain biola asal Jerman dan pemenang berbagai kompetisi internasional. Dia adalah cucu musisi Indonesia Udin Widjaja yang sangat terkenal di era Presiden Soekarno karena lagu-lagu gubahannya. Dia memiliki darah Tionghoa Medan dari Ibunya (Chin Widjaja) dan Belanda-Arab-Maluku dari Ayahnya (Ivan Hadar). Dia memulai berlatih piano sejak berusia tiga tahun setelah ia dan ibunya menyaksikan sebuah konser musik klasik anak-anak di Jerman.

Iskandar Widjaja mulai bermain biola sejak usia 3 tahun setelah ia dan ibunya melihat konser musik. Usai mendapatkan biolanya, Iskandar Widjaja belajar bermain biola dengan teknik Suzuki di bawah ajaran Susan Mann. Teknik Suzuki adalah metode belajar instrumen musik yang mengacu pada pengajaran Dr Shinichi Suzuki, pebiola dan pendidik musik, Yaitu belajar seperti mempelajari bahasa ibu. Beranjak remaja, Iskandar Widjaja diterima sebagai siswa termuda di Collage if Music, Berlin. Setelah lulus, Iskandar Widjaja melanjutkan ke University of the Arts di Berlin.

Kepiawainnya bermain biola membuatnya meraih banyak penghargaan bergengsi. Sebut saja medali emas dalam First International Hindemith Violin Competition, dan First Prize dalam the German National Competition "Jugend musiziert". Dia juga meraih "Best Bach" dan "Best Beethoven" sonatas di the XXI Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini dan masih banyak lagi.

Di usia yang masih muda, prestasi pria kelahiran Jerman, 6 Juni 1986 ini sudah mendunia. Prestasi itu pulalah yang mengantarnya tampil di pergelaran di seluruh dunia. Seperti tampil di the Sydney Symphony Orchestra, the Dubrovnik Symphony Orchestra, the Sinfonieorchester Berlin, the Orchestre de la Suisse Romande. Belum lagi festival-festival kelas atas seperti "Kissinger Summer", "Valdres Sommersymfoni", "Festival de St. Prex", "Music Festival Phnom Penh" dan "Keshet Eiolon".

  • Clarissa Tamara



Clarissa Tamara, atau biasa dipanggil Icha (lahir di Jakarta, 28 April 1999; umur 17 tahun) adalah seorang pemain biola asal Indonesia. Gadis ini memang telah memiliki minat pada biola sejak usia dua tahun. Clarissa meminta sendiri kepada orang tua nya untuk mengkhursuskan Icha bermain biola. Dia pun mulai belajar memainkan biola sejak usia 4 tahun. Hasilnya, Icha benar-benar berhasil menunjukkan prestasinya di dunia tersebut. Di Usia 5 tahun Icha berhasil meraih Juara I Kids Talent Contest, dan pada usia 6 tahun mulai mempersiapkan diri untuk membuat album pertamanya.

Pada usia delapan tahun, Icha telah meluncurkan album perdananya yang berjudul "8" yang dirilis pada tanggal 8 Maret 2008. Di album pertamanya ini Clarissa memadukan permainan biolanya dengan beberapa jenis musik seperti jazz, dangdut, dan pop. Album yang berisi 11 lagu ini 10 di antaranya adalah berupa musik instrumental dengan alunan biola buah gesekan dari tamara sedangkan lagu yang berjudul “kring – Kring Halo” dinyanyikan sendiri oleh Clarissa. Album yang digarap selama 2 tahun ini melibatkan beberapa musisi seperti Tamam Hoesein, Henry Lamiri, Marcel Aulia, Indro Hardjoko dan Uce Haryono. Satu tahun setelah album pertama Clarissa direales Clarissa berhasil meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2009 sebagai "Artis Terbaik" dan "Karya Produksi Terbaik" dalam bidang World Music/Instrumentalia. Dan pada Desember 2009 Clarissa meriliskan album keduanya yang berisi lagu - lagu natal dan berjudul "9 Gift of Christmast".

Di usianya yang ke 14, Clarissa Tamara membuktikan talentanya pada tanggal 15 Juni 2013 dengan mencatat Rekor Dunia pada badan Record Holder Republic sebagai Pemain Biola Tercepat memainkan lagu Flight of The Bumblebee dengan kecepatan 273 bpm (beat per minute)dalam waktu 49,42 detik
  • Henry Lamiri



Hendri Lamiri (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 24 Agustus 1972; umur 44 tahun) adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal sebagai musisi yang tergabunng dalam grup musik Arwana. Selain bermain untuk grupnya, Hendri juga mendukung banyak musisi dan penyanyi antara lain Erwin Gutawa, Chrisye, KLa Project, Mus Mujiono, Ika Ratih Poespa, Clarissa Tamara, Duo Ratu, dan lain-lain. Dia juga terlibat dalam penggarapan ilustrasi musik sejumlah film.

Hendri Lamiri lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 24 Agustus 1972. Sejak usia muda, Hendri sudah mengakrabi dunia kesenian, utamanya musik, dengan menggeluti alat musik biola. Namun dia juga menguasai alat musik lainnya.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hendri_Lamiri


Itulah pemain biola terbaik asal Indonesia. Semoga Bermanfaat.

Tekhnik dan Cara Bermain Biola yang Jarang Diketahui Seorang Pemula | Biola Kita


Teknik Bermain Biola 

Kalian pasti sering melihat banyak orang yang sedang memainkan biolanya dengan indah. Bermain biola bukanlah sekedar menggesek dan meggesek melainkan juga menggunakan Dinamika, Intonasi, Penghayatan, dll yang tepat dan jelas. Hal ini sangat berguna untuk menentukan indah atau tidaknya alunan tersebut.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa dalam bermain biolapun harus menggunakan beberapa tekhnik bermain biola. Banyak orang awam yang baru saja te
rjun ke dunia musik salah satunya alat musik biola. mereka hanya tau cara membunyikan alat musik tersebut saja, sedangkan tekhnik-tekhniknya jarang mereka ketahui. Hal ini sering terjadi oleh seorang Otodidakers.

Tekhnik bermain biola ada beberapa macam. Untuk bisa menguasai tehknik-tehknik tersebut memang butuh waktu yang tidak singkat sesingkat membalikan telapak tangan. Namun, membutuhkan waktu tenaga yang lumayan. Banyak dikalangan orang awam yang memiliki sifat egoisme dan mereka berhenti di tengah jalan ketika mempelajari tekhnik-tekhnik bermain biola.


 Berikut adalah beberapa tekhnik dalam bermain biola : 


1. Teknik Selur Teknik ini merupakan teknik untuk menaikkan atau menurunkan nada dengan cara digeser pada salah satu jari yang ingin menekan salah satu nada, tetapi diawali dengan menekan nada sebelumnya atau sesudahnya kemudian digeser. Jika kita hendak menekan nada C pada senar ke -4 gunakan jari manis atau jari ke 3. Sebelum itu posisi jari berada di nada A atau nada los (open string G). Gesek bow, mulai untuk menggeser jari hingga nada yang diinginkan.


Lihat : Selur

 2. Teknik Vibra
Teknik fibra merupakan teknik untuk menggetarkan nada. Bagi pemain yang sudah mahir, pada umumnya akan selalu mengolaborasikan kedua teknik ini secara bergantian.


Cara : Menekan nada pada salah satu senar, kemudian digeser maju mundur dengan sangat cepat sehingga menimbulkan suara bergetar. Dengan catatan untuk teknik ini gunakan kekuatan ruas buku pada jari dan nada yang ditekan agar tidak berpindah sehingga tidak mengubah suara alunan yang dihasilkan oleh teknik ini. 


Lihat : Vibra

3. Teknik Tiup Suling
Teknik ini menghasilkan suara yang persis dengan alat musik tiup suling. Teknik ini jarang sekali digunakan karena biasanya alat musik biola selalu bersanding dengan suling dalam suatu kelompok musik daerah yang menggunakan kedua alat tersebut. Teknik ini dapat digunakan sebagai aksen pada penambahan melodi. 


Cara : Sentuh nada di senar dengan lembut, jangan melakukan penekanan yang keras terhadap senar. Tetapi teknik ini memiliki kendala karena tidak dapat dilakukan pada senar terbuka. Jadi hafalkan terlebih dulu titik nadanya. 


 4. Pizzicato
Teknik ini dilakukan dengan cara memetik dawai biola. Sebutan lain untuk teknik ini adalah pizz, teknik ini juga berfungsi untuk memberikan aksen pada lagu. 


Cara : Lakukan teknik ini dengan menggunakan tangan kanan tetapi tidak melepaskan busur dari pegangan. Cukup keluarkan jari telunjuk tangan kanan atau busur digenggam. Gunakan jari telunjuk untuk memetik setiap senar, dan tangan kiri tetap digunakan untuk menekan senar 

Lihat : Pizzicato

5. Staccato dan Spicato Teknik staccato dilakukan dengan cara memantul-mantulkan ujung bawah busur pada senar dengan kecepatan tinggi,dilakukan dengan permainan jari yang cepat. Sedangkan teknik spicato hampir sama dengan staccato namun spicato dimainkan dengan kecepatan sedang. 

Cara : Menggesek ujung bawah atau ujung atasa biola. Dengan cara memantul-mantulkan hair bow ke senar kemudian jika melihat ke tangan kanan bow seakan melengkung atau membentuk huruf U, bagi pemain yang sudah mahir teknik ini biasanya dimainkan pada tengah-tengah bow.


Lihat : Staccato

 6. Martele 

Teknik menggesek dengan menambahkan sedikit penekanan pada gesekan tersebut, hingga menambahkan aksen yang berbeda pada kualitas suara setiap 1 kali gesekan atau lebih. 

Cara : Pada sekali gesekan penekanan dilakukan pada awal, tengah maupun akhir. Penekanan berfungsi untuk menjelaskan tinggi rendahnya nada atau pada tiap perpindahan pada senar. 

Lihat: Martele

 7. Tremolo
Tremolo adalah istilah dalam memainkan instrumen musik dengan cara dipetik berulang dengan kecepatan tinggi. Teknik ini dapat dimainkan di segala alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. 


Cara : Untuk gesekan pendek gunakan ujung atas busur. Dengan menugaskan jari telunjuk yang berfungsi memberi tekanan pada busur, kemudian gesek naik turun dengan cepat. 


Lihat : Tremolo

 8. Col Legno
Col legno tidak menggunakan helaian pada busur, tetapi malah menggunakan kayu pada busur untuk memainkan biola. Teknik yang sedemikian ini jarang digunakan. Perlu diingat untuk tidak memukul dengan keras, karena dapat mengakibatkan senar mudah kendor dan bridge menjadi mudah patah. 


Lihat: Col Legno

9. Double Strokes
Double strokes atau pemberhentian ganda merupakan istilah memainkan biola dengan menggesek dua nada pada dua senar yang berbeda secara bersamaan, kemudian dibantu sedikit tekanan pada gesekan sehingga menghasilkan bunyi kord. Selain double strokes, terdapat juga triple strokes dan quardruple strokes dimana senar yang digesek berjumlah 3 dan 4. 


Cara : Menggesek 2 nada pada senar terbuka atau 1 nada tertutup dan 1 nada terbuka atau bahkan menggesek 2 nada tertutup sekaligus. 


Lihat : Double Strokes


10. Legato
Legato merupakan tekhnik bermain biola dengan cara memainkan lebih dari satu nada dengan satu gesekan.

Cara : Gunakan pangkal bow, gesek dari atas kebawah atau sebaliknya. Kemudian gesek beberapa nada yang di inginkan.

Lihat : Legato

Apabila ada kesalahan mohon koreksinya.

Semoga Bermanfaat

Mengenal Bagian-Bagian Biola untuk Pemula


BAGIAN-BAGIAN BIOLA

Biola adalah alat musik string yang dimainkan dengan cara digesek. Senar di biola ada 4 yaitu GDAE, senar G meurpakan senar yang paling rendah dan senar E adalah senar yang paling tinggi. Diantara keluarga biola seperti Violin (Biola), Viola (Biola Alto), Cello, dan Double Bass (Kontra Bass), Violinlah yang memiliki nada yang paling tinggi.

Biola memiliki beberapa bagian/komponen yang sangatlah berpengaruh terhadap suara maupun kualitas biola tersebut. Contohnya adalah Sound Post biola.Soundp Post biola disini berperan sebagai penghantar getaran suara yang diterima dari hasil gesekan antara senar dengan bow.

Biola tidak akan berbunyi jika tidak ada Sound Post maupun salah satu komponen yang rusak. Karena pada dasarnya semua komponen yang ada di biola sangatlah penting.

Nah, kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang bagian bagian biola dan manfaat buat biola itu sendiri. Bagian-bagian biola sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya. Mari kita bahas satu per satu.
Baca juga: Cara Memilih Biola Untuk Pemula


1. Chin Rest


Chin Rest diletakan dengan cara dijepit dibadan biola menggunakan logam clem. Chin Rest biasanya terbuat dari kayu Ebony, Rosewood, Boxwood, dan Plastik.

2. Tail Piece

Hasil gambar untuk tail piece
http://follandviolins.com/wp-content/uploads/2010/07/tailpiece.jpg


Tail Piece terbuat dari banyak bahan, Tail Piece biola biasanya dari kayu Ebony, Sonokeling, Boxwood, atau Pernambuco. Bahan lainya termasuk cor logam ringan, dan plasik.
Tail Piece berfungsi sebagai penahan senar biola dan tempat fine tuning biola.

3. Fine Tuning


http://classicalic.blogspot.co.id/p/instrument.html


Fine Tuning beguna sebagai peyetem nada. Fine Tuning terletak di Tail Piece. Biasanya terbuat dari logam maupun plastik. 

Fine Tuning dari logam maupun plastik masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Fine Tuning yang terbuat dari logam memang tahan lama tetapi cepet berkarat, begitu pula sebaliknya yang terbuat dari plastik.

4. Bridge


http://archive.kaskus.co.id/thread/11401479/0/perlengkapan-biola---violin-senar-bridge-cleaning-cloth-fitting-set

Bridge (Jembatan) merupakan kayu yang diletakan antara Fingerboard dan tailpiece. Bridge biola berfungsi sebagai penghantar getaran dari senar menuju badan biola.

5. F-Holes


https://www.pinterest.com/explore/amati-violin/

F-Hole adalah lubang yang terdapat pada bagaian badan depan biola. Sesuai dengan namanya F-Hole berbentuk huruf F. F-Hole berfungsi sebagai tempat keluarnya suara dari dalam biola.

6. Fingerboard


http://www.kennedyviolins.com/instrument-setup/

Kayu hitam yang menempel dengan neck itu adalah Fingerboard. Fingerboard biasanya terbuat dari kayu Ebony. Komponen ini penting untuk sebuah biola, dimana Fingerboard berfungsi sebagai tata letak nada pada biola. Fingerboard memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan ukuran biola tersebut. Jika ukuran biola tersebut semakin kecil maka semakin pendek juga Fingeroard yang diberikan. Hal ini disesuaikan dengan ukuran jari si pengguna.

7. Neck


http://theviolinplace.com/The%20Violin%20and%20the%20Bow.html


Neck biola atau leher biola terbuat dari kayu yang diletakan di belakang Fingerboard. Neck memiliki fungsi menahan Fingerboard dan tempat meletakan ibu jari untuk membantu menahan beban biola.

Baca juga: Cara Merawat Biola

8. Tuning Peg


http://jendralkancieel.blogspot.co.id/2013/06/tips-untuk-peg-biola-atau-cello-yang.html

Empat kayu kecil yang berfungsi sebagai penyetem nada. Selain sebagai penyetem biola, Tuning Peg juga berfungsi sebagai pengencang dan penahan senar biola.

9. Scroll


https://indonesian.alibaba.com/promotion/promotion_violin-neck-promotion-list.html

Scroll atau ekor biola tidak begitu berpengaruh terhadap biola. Scroll berfungsi sebagai hiasan dan sebagai media untuk menggantungkan biola.

mungkin sekian untuk postingan kali ini. Apabila ada kesalahan silahkan kirim Kritik dan Sarannya di kolom komentar bagian bawah.

TERIMAKASIH

Cara Mudah Merawat Biola Supaya Tidak Cepat Rusak

Hello Guys,,,

Ketemu lagi dengan aku di Biola Kita, tempatnya sharing tentang seputar biola. 
Kali ini saya mendapatkan ide yang cukup untuk dibagikan dengan sobat-sobat BK dari teman-teman saya di Biola Indonesia. Saya akan memberikan tips cara merawat biola dengan baik dan benar. Kebanyakan dari kita adalah menggunakan biola tanpa memperhatikan bagaimana kondisi biola. Bila kondisi biola tidak terawat maka akan membuat biola cepat rusak. Oke sobat, tanpa banyak basa-basi kita bahas aja langsung yah, Cek It Out...

Baca Juga: Bagian-Bagian Biola

Cara Merawat Biola.

1. Jaga Suhu Penyimpanan Biola.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah dengan menjaga suhu tempat kita menyimpan biola, dimana suhu sekitar tidak boleh terlalu panas dan juga tidak terlalu lembab. Kenapa? Karena biola juga terbuat dari kayu, ya jadi bisa saja kayu itu retak karena tempatnya terlalu panas dan juga bisa jamuran kalau tempatnya terlalu lembab.

2. Jangan Terlalu Lama Simpan di Hardcase ( Tempat Biola)

Nah, bagi kalian yang selalu menaruh biolanya di hardcase karena maennya 1 Tahun 1 Kali lebih baik dikurangin deh kebiasaan itu. Menaruh biola di dalam hardcase dengan jangka yang panjang bisa memicu tumbuhnya jamur pada biola sobat, kasian nanti bisa dikira Biola Jamur Crispy... Ahaha...
Ada yang mengatakan kalau cara menyimpan biola dengan tehnik digantung bahkan ada juga yang digantung dengan posisi terbalik.

Posisi biola saat digantung

Posisi biola saat digantung dengan posisi terbalik.
3. Bow

Bow adalah busur yang digunakan untuk menggesek biola itu sendiri. Bow ada yang terbuat dari sintetis dan ada juga yang dari ekor kuda. Kencangilah bow saat mau digunakan. Mengecangkan bow harus berhati-hati dengan memutar screw/secrup yang ada di ujung bawah bow. Ketengang bow memperngaruhi keyamanan saat menggesek. Bow biasanya memiliki jarak antara stick dengan hair sediameter pensil atau sesuai dengan jari kelingking kita. Setelah digunakan kendurkan kembali bow dengan cara memutar Screw. Usahakan jangan menyentuh hair bow karena tangan kita bisa mengeluarkan minyak sehingga mempengaruhi ke kesetan bow saat digesekan ke senar.
Oh, iya guys, kalau ada rambut bow yang putus jangan di cabut langsung, karena kemungkinan bisa membuat hair bow terlepas semua dari stick bow itu sendiri.

4. Rosin

Rosin adalah getah pinus yang dikeringkan. Gunanya untuk menggosok bow agar tetap keset saat digesekan dengan senar biola. Cara menggunakan rosin yang baik adalah dengan cara menggosokan rosin ke bow dengan searah. Pemberian rosin jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu sedikit.

5. Stem Senar Biola

Menyetem senar biola memang haruslah berhati-hati, karena jika kita lengah sedikit maka kita akan dikejutkan dengan suara yang mengagetkan. Ntah itu suara senar yang putus ataupun dari bridge yang melompat. Ini pengalaman saya... Jadi, disarankan menyetem biolanya mipil dari senar G, D, A, dan kemudian E. Jangan napsu...

6. Atur Posisi dan Bentuk Bridge.

Bridge biola harus diletakan lurus dengan F Hole. Posisi biola harus lurus vertikal tidak boleh miring karena bisa melompat ketika sedang asik dimainkan. Bentuk bridge jangan terlalu tumpul maupun terlalu tipis. Bentuk biola yang terlalu tumpul bisa mempengaruhi suara biola kalian, dan juga sebaliknya jika brigde yang kita gunakan terlalu tipis atau tajam itu bisa ada dua kemungkinan masalah yang akan terjadi yaitu, bridge tersebut bisa terbelah karena tekanan yang diberikan oleh senar maupun senar kita yang putus karena bridge yang digunakan terlalu tipis/tajam.

7. Bersihkan Rosin Yang Menempel di Bodi Biola.

Kebanyakan rosin memang sering mengakibatkan debu-debu halus yang berterbangan. Debu rosin biasanya menempel pada bodi biola dan jika hal tersebut dibiarkan maka akan membuat biola kita terasa lengket. Maka bersihkanlah segera, kalau yang sudah terlanjur bagaimana? Nah, kalau sudah terlanjur bisa dibersihkan dengan menggunakan tisu yang diberikan minyak kayu putih dan digosokan kerosin yang menempel di biola. Namun, perlu diperhatikan juga, minyak kayu putih itu sendiri memilki sifat yang panas jadi bisa merusak vernis biola jika terlalu banyak. Jangan menggunakan air, disarankan menggunakan cairan khusus untuk membersihkan rosin yang menempel pada biola kalian. Cairan tersebut terjual di toko musik yang menjual biola dan kelengkapannya.

8. Letakan Kembali Biola Ketempat Semula.

Bagi sobat yang masih menaruh biolanya sembarangan lebih baik jangan diulangi lagi dah. Menaruh biola sembarangan bisa membuat biola sobat terbagi berkeping-keping karena kedudukan atau keinjak. Simpanlah dengan baik dan benar.

9. Sering Dimainkan.

Biola jika jarang dimainkan itu bisa menimbulkan banyak masalah. Selain bisa jamuran, retak, dan masih banyak lagi biola yang jarang digunakan itu bisa mempengaruhi kualitas suara. Hal ini perlu diperhatikan juga oleh sobat-sobat,,, Kalau hanya asalan karena terlalu sibuk maka lebih baik dijual/diinfaqkan ke kerabat atau sodara. Kasian sama biolanya dan juga sama modal yang dikeluarin buat membeli ntu biola. Kalaupun tidak ingin dijual atau diinfaqkan ya terserah sobat, ya mungkin pada akhirnya akan menjadi pajangan di rumah maupun kantor kalian.

10. Berdoa

Berdoalah kepada Tuhan semoga biola kita bisa sehat selalu sehingga bisa menemani hari-hari kita dengan indah.

Mungkin cukup sekian tips dari saya, semoga bermanfaat di hati sobat-sobat semuanya. Apabila ada kesalahan atau kekeliruan bisa kasih komentar dibawah. 

Tunggu tips-tips berikutnya yah guys...

TERIMAKASIH